Saya

Hamba hanya ingin menjadi ciptaan Tuhan yang lebih senang mencari kebenaran,bukan sekedar kebaikan.Dan, mereka di luar sana masih banyak memerlukan uluran tangan.Anak-anak muda penuh harapan itu tidaklah benar-benar menjadi sumber masalah seperti yang orang lain pikirkan tentang mereka.Mereka hanyalah terjatuh, mencoba bangun dan jatuh lagi, karena tidak tahu akan berpegangan pada apa dan siapa. Tongkat yang Anda berikan bisa membantunya untuk bangkit, berjalan dan mendukung mereka bahwa sebenarnya mereka sanggup melaluinya dengan pertolongan kita yang mau benar-benar peduli. Tapi kemana Anda semua?? Tangan ini lelah sekali…lelah sekali.
Telinga ini hampir pekak mendengarkan gundah mereka. Mata ini tak kuasa untuk tak menangis saat mereka berlumur air mata. Mereka, anak-anak muda penggerak bangsa ini. Mereka tidak tahu jalan untuk pulang, untuk sekedar mengingat lagi rumah mereka. Entah dimana rumah itu. Tolonglah, jangan cuma sekedar menjadikan mereka mangsa untuk menguras uang orang tua mereka, jangan cuma berpangku tangan di meja dan kursi Anda yang empuk, jangan cuma bisa menyalahkan, dan jangan cuma sekedar bangga hanya dengan bisa mengobati sakit dan luka mereka demi kantong praktek Anda sendiri. Berilah anak-anak muda ini dukungan, dorongan dan kepercayaan untuk berbuat sesuatu. Sesuatu buat diri bangsa ini..

(dikutip dari catatan harianku “anak-anak penuh duka”, sebuah tulisan tentang berjatuhannya korban remaja ke pelukan narkoba, HIV, infeksi menular seksual dan kehamilan tidak diinginkan, yang sampai sekarang sering dianggap sebelah mata oleh mereka yang sudah merasa nyaman dengan tempat duduknya..)

________________________________________________________________________

Saya, Oka Negara. Di halaman ini sengaja saya coba tuliskan agak panjang tentang diri saya, agar siapapun yang blogwalking ke sini bisa lebih mengenal saya apa adanya.. Saya lahir di kota hujan Bogor, 12 Maret 1975. Di sebuah asrama brimob yang saya syukuri walaupun tidak berkecukupan namun saya senang karena penuh nuansa pluralisme. Rasa ingin mencoba bisa menghargai saya rasakan terbentuk di sini. Sepuluh tahun berikutnya saya pulang ke tanah asal leluhur keluarga kami, Denpasar, Bali. Ayah saya, Ketut Ridan (alm) telah mencoba memberikan pijakan tentang pentingnya persaudaraan, kebersamaan walaupun masih kental dengan nuansa otoritarian, karena beliau memang seorang abdi negara di bidang militer. Ibu saya, Wayan Kertiasih, beliau yang memberikan nilai-nilai edukasi pertama kali, karena beliau adalah seorang guru SD. Dan tentunya kakak saya, Putra Dewantara-dia lebih tertarik dengan edukasi di dunia komputer dan IT, dan adik saya, Trisnadewi-dia lebih memilih dunia hukum dan pemerintahan sebagai jalan hidupnya, mereka berdua masih memberikan tuntunan dan dorongan positif yang besar dalam perjalanan hidup saya. Pendidikan SMP dan SMA saya lanjutkan di Denpasar, sebagai seorang siswa remaja yang menurut saya biasa-biasa saja. Masa remaja saya dipenuhi dengan keingintahuan dan ketertarikan akan dunia kemanusiaan, kesehatan, termasuk seksualitas. Ini yang selanjutnya menentukan langkah saya ke depan menempuh studi pendidikan profesi dokter di Universitas Udayana, sambil sedikit-sedikit ikut berorganisasi di kampus dan di luar kampus. Ketertarikan saya akan musik dan videografi juga membuat saya juga bersyukur pernah punya grup band, pernah mencoba membuat album kaset kompilasi band, membuat video klip dan membuat film edukasi.
Saya memang sempat kuliah lanjutan mengambil program Kedokteran Reproduksi, tetapi belum sempat melanjutkan penelitian karena waktu banyak habis di lapangan disamping alasan birokrasi akademik. Saat ini di samping berprofesi sebagai dokter untuk Manuaba Health Clinic, saya berusaha untuk masih membantu KISARA PKBI Bali-sebuah lembaga informasi dan konseling seksual remaja, juga membantu Bali Community Cares-sebuah lembaga kecil yang sempat memberikan santunan pendidikan serta nutrisi buat anak-anak ODHA(Orang Dengan HIV/AIDS) plus kesehatan IDU(Injecting Drug User), sebagai relawan saya ikut membantu program KPA(Komisi Penanggulangan AIDS) Provinsi Bali, BNP(Badan Narkotika Provinsi) Bali, serta berafiliasi dengan Ford Foundation, WPF Belanda untuk program edukasi seks di sekolah, Mitra Inti untuk program dukungan Indonesia Sexuality Forum dan beberapa lembaga lain. Saat ini di Indonesia Sexuality Forum saya diberi peran untuk memformat edukasi seksual ke kelompok mainstream remaja. Kegiatan edukasi seksual dan HIV AIDS remaja juga sempat saya geluti lewat program LENTERA (di radio dan tv lokal), sempat juga dengan tabloid Wiyata Mandala, majalah Magic Wave, program Sexolah dengan Indosat, SOS (Save Our Sex) di CDBS, SAFE (Sex Answer For Everyone) di BaliFM dan juga masih membantu di program2 radionya KISARA PKBI Bali di Cassanova, Superadio, juga sempat membantu BaliTV di beberapa segmen Mutiara Hati. Sekali-sekali menulis di beberapa media dan jurnal saya lakukan. Saya sempat menjadi Sekretaris II Pengurus Pusat Asosiasi Seksologi Indonesia (2002-2006) dengan kebagian tugas memimpin redaksi media asosiasi ini yang bernama Kelopak.

Minta doa restunya, karena masih ada semangat, saat ini saya sedang mencoba menyusun sebuah lembaga bernama YES (Youth Education on Sexuality), juga sebuah lembaga riset dan advokasi remaja. Mudah-mudahan banyak tangan bisa membantu merealisasikannya. Oh ya, ini kerinduan saya yang lain, saya masih ingin menambah lagi koleksi produksi lagu technorock electronic bersama proyek virtual band saya; Dacta O.

That`s All.

Sumber inspirasi saya:
Duo Pangkahila ( Prof Wimpie dan Prof Alex )
Masters & Johnson
Kinsey
Billy Corgan

30 Responses to “Saya”

  1. antonemus Says:

    dok, masak profil seabreg gitu ditutup dg that’s simple me. itu mah that’s complex me. hihihi..

    have a nice blogging gen. maju terus..

  2. lodegen Says:

    nah, no question anymore, doc. bravo…

  3. okanegara Says:

    thanx mas antoonnnn…beliau ini dan lode terkasihnya yang berhasil merayu saya buat pindah ke wordpress dan really useful for me..

    hehe, yang di atas itu kemarin salah quote, udah diubah kok jadi that`all me..gitu deh maksudnya

    tetap semangat!

  4. Ady Says:

    Hohohoho… welcome Bro… Buccinator Band kok ga ditulis hehe… Oya info short course… IKM Unud lagi kerjasama dengan Burnet Institute Melbourne ada beberapa yang berhubungan dengan interest Oka kalau ga salah Women and Child Health sama Course berhubungan dengan HIV/AIDS. Kontak Amanda (amanda@burnetindonesia.org), representatifnya di Bali, paparkan background dan aktifitas Oka saat ini siapa tahu dia mau bantu.
    Cheers

  5. bibomedia.com Says:

    :)

  6. dani Says:

    alo bli..
    welcome jg.. :)

    jd lbh enak disebut androlog, seksolog atau keduanya bli? :)

  7. okanegara Says:

    @ adi : wah thanks banget infonya di, nanti bakal kontak amanda, rencana sih saya berniat lanjut studi (ngulang lagi ceritanya) dan some courses lagi…..
    @ bibomedia : thanks for blogwalking, u have a very nice websites
    @ dani : akhirnya bertemu dani di web ya. maaf nih saya masih belajar.kapan2 minta ilmunya yang banyak ya.
    oya, saya cuma member saja di PANDI-organisasi peminat andrologi indonesia, kalau member pandi gak harus androlog lho, terus juga di ASI-karena baru, saya diminta bantuin organisasinya, dan kalau seksolog kan memang belum ada standar profesinya di Indonesia. oke thx ya..

  8. dani Says:

    :) iya banyak istilah dan sebutan yg saya masi gak ngerti..

  9. okanegara Says:

    dani ngambil apa di jogja ya?
    saya berniat finishing studi lanjutan kespro saya di ugm lho. pake studi jarak jauh…

  10. widari Says:

    akhirnya…main juga ke blog nya dr.Ok`s..

    dr.Ok`s emang Ok`s banget deh….
    tapi kayaknya ada yang kurang dari profil dr.oka….
    klo kerja terus…kapan cari pasangan hidupnya dok…..
    he..he..

  11. raka Says:

    Sukses yach

  12. imsuryawan Says:

    Blogwalking! Nice blog…

  13. okanegara Says:

    @ ike: tenang aja ke…atau mau nyariin?
    @ raka: selamat datang ti..
    @ imsuryawan: wah ini blog baru bikin.belum ada apa2..blognya imsuryawan malah keren sekali..

  14. devari Says:

    pak dokter salam kenal…
    senengnya banyak dokter yg ngeblog :)
    dokter offline bakal sepi heheh

    salam

  15. okanegara Says:

    @ devari: wah, blogger kelas kakap datang juga mampir ke sini, terimakasih ya..

  16. ervie Says:

    Dok, blognya apik banget. Tapi aku bingung, dokter oka punya berapa blog sih?
    Btw, blog yang ini pake template yang mana? Aku pengen yang begini!!!…..

  17. okanegara Says:

    @ ervie: akhirnya mbok ervie mampir juga..
    blog saya sekarang yang ini aja, cuma ada link juga ke mp dan friendster..
    templatenya ada di bawah tuh, pake yang mistylook..kalau aslinya yang ada gambar pemandangan dengan pohon besar di musim semi, misty banget pokoknya..

  18. doi_bali Says:

    ok!
    simple!
    hehehe
    becanda dokk………
    bravooooo dok!!!
    maju terus pantang mundur
    (emangnya lg perang y?hehehe)

  19. Ratna Says:

    Telat mampir ke sini.

    Ultahnya wis lewat puk

    Telat dapat traktiran hehehe

  20. okanegara Says:

    @ doi_bali: wah akhirnya bisa rame juga remaja datang ke sini, makasih ya sudah mampir doi..nanti saya jawab pertanyaannya.
    @ ratna: nah ini mbak ratna tokoh juga mampir, oke minta masukannya ya..sukses selalu

  21. Jed Says:

    tertarik gak punya thread khusus konsultasi seks di http://forum.cross-written.com

  22. okanegara Says:

    @ Jed: terimakasih buat mampir. saya masih newbie di dunia cyber, ada beberapa forum juga minta saya mengasuh atau moderasi forum seksualitas, mungkin saya coba petakan dulu waktu saya, karena saya kemarin juga sempat kerjasama dengan dr wei di singapura (dr love) untuk mengelola wireless sex education di indonesia, sempat bisa handle 3 bulan setelah itu tidak sanggup lagi waktu saya saking banyaknya pertanyaan ya dan benturan dengan jadual riset saya. saya coba pelajari dulu, nanti boleh datang lagi ke sini, or i`ll contact u for the good news..sukses, situs dan blognya Jed keren-keren..

  23. Hendra W Saputro Says:

    Saya senang juga dengan pluralisme. Keberagaman dan pada akhirnya ke Persaudaraan. Salam kenal Bli Oka.

  24. okanegara Says:

    @ Hendra W Saputro: iya saya bersyukur sekali lahir dan besar di lingkungan yang plural, saya sering sedih juga bila orang tidak bisa memahami toleransi dan kemajemukan, bahkan tubuh kita sendiri pun isinya bukan mata dan hidung saja untuk bisa hidup dan memaknai hidup. tapi ada telinga, tangan, mulut, dan semua..betapa indahnya bisa hidup berdampingan dengan penuh warna..kebun bunga pun akan cantik bila banyak warna

  25. bnicebfriend Says:

    halo Blie Oka..

    lam kenal ya.. suka banget baca2 postingannya Blie..

    tks & c u

  26. okanegara Says:

    @ bnicebfriend: salam kenal juga.thanks sudah mampir…

  27. Adis Says:

    Om Swastiastu

    Halo dok,wah koq saya serasa jadi the last samurai eh the last one yang tau dokter punya weblog.hehehe sorry dok jarang ke Kisara

    Oya jangan lupa dok kalo ada berita baru tentang Kisara dan acaranya jangan lupa kasi tau ya,mumpung sekarang lagi nyantai dan fokus untuk usaha pribadi 500RB++

    Om Shanti Shanti Shanti Om

  28. penyu Says:

    halo pak dokter, punapi gatra ? piye kabare ? kumaha kang, damang (sory kalo salah hehehe) ? saya juga lahir dan besar dilingkungan yang plural, maksudnya ada cewek ama cowok :D, becanda pak hehhe, yup saya setuju kalo bahwa hidup lebih indah kalo kita hidup berdampingan hehehe

  29. okanegara Says:

    @ Adis: oke dis, sipp…thanks sudah mampir
    @ penyu: setujuu..

  30. MasIn Says:

    Pak’e… numpang memperkenalkan diri…

Leave a Reply