
It’s gonna kill me the rest of my life/Let me apologize while I’m still alive/I know it’s time to face/All of my past mistakes/It’s gonna kill me for the rest of my life
Ternyata masih ada lagu yang membuat saya merinding waktu mendengarkan, melihat klip dan meresapi makna dalam di tiap kata liriknya. Di tengah gempuran musik-musik tanpa nutrisi dari banyak band hari ini yang cuma bisa menampilkan lirik itu-itu saja, perselingkuhan dan berbagai kisah sedih (cengeng?) yang sama sekali tidak membawa semangat dan arti buat hidup yang sesungguhnya. Yuk bangun..!! Hingga ke musik hip hop dan r n b yang sekarang semakin tidak bermakna dan tidak jelas liriknya, hujat-menghujat, seronok (contoh; e.g. they`re very easy to say bit**, mother f**ker, b**ty, b**bs, *ss, pu**y and some others like those), kasar, yah begitulah. Memang kebebasan ekspresi bolehlah, tapi yang seperti ini buat saya sudah pasti nggak akan masuk playlist saya.
Nah, hari ini saya dapat kiriman clipvideonya Less Than Jake (LTJ) dari Tika. Kali ini yang lagunya The Rest of My Life. Keren sekali. LTJ ini band punk. Nyampur lah punk-ska-pop. Well, gini-gini waktu ngeband dulu pernah bawain lagu-lagu punk juga. Biasa, lagu-lagunya Green Day, hmm. Jadi masih bisa lah dengerin yang rada ada melodinya, melodic punk. It`s old story.
Di lagu ini LTJ musiknya terdengar seperti cocktail yang buahnya macam-macam. Ada campuran rockabillynya Living End ketemu dengan mood nya 3 Doors Down plus Creed dan Collective Soul, ada sedikit Simple Plan, country rock nya Gin Blosom plus renyahnya Firehouse. Tapi sekarang bukan mau cerita tentang gerombolan LTJ yang dari Florida ini (because u can find them on their official website, wikipedia or their myspace and browse everything about them by google).
Ini tentang lagunya. The Rest of My Life. Lebih tepat tentang videoklipnya. Sangat menyentuh. Sangat jarang sekarang ditemukan lagu dengan lirik tentang kehidupan, kebijaksanaan, atau paling tidak belajar menjadi lebih baik tanpa harus menggurui. Di video ini saya dapatkan. Video yang sangat menyentuh. Mengisahkan kisah hidup tiga pasang anak manusia. Sepasang suami istri, sepasang laki-laki yang saling tabrakan mobil dan kisah seorang polisi dengan street whore (pekerja seks jalanan). Ini saya coba ambil screenshoot dari video klipnya.
Dibuka dan ditutup oleh 2 famous quotes dari almarhum Andrew Alden Nowlan, seorang satrawan dan jurnalis paling dikenang di Kanada dan Amerika Utara, yang secara eksplisit menyebutkan “jika seoranganak mulai menyadari bahwa orang dewasa bukan lagi orang yang sempurna di saat itu si anak sudah mulai beranjak dewasa, dan di saat dia sudah bisa memaafkan di saat itulah dia sudah dewasa.”
Video dengan adegan yang awalnya banyak diperankan oleh anak-anak dengan angel pengambilan gambar yang bisa menggiring yang menonton benar-benar masuk ke dalam suasana cerita yang sangat dalam ini, menceritakan pertengkaran dan kekerasan hati diantara 2 orang yang terlibat kecelakaan mobil, juga penangkapan seorang pekerja seks jalanan oleh seorang polisi patroli dan pertengkaran sepasang suami istri. Dalam perenungan diri masing-masing mereka disadarkan bahwa seorang yang di mata mereka rendah, dimata mereka tidak mau mendengar dan berselisih dengan mereka pun sebenarnya adalah teman dan guru yang harusnya diberi maaf dan selayaknya diberi terima kasih karena kita juga belajar sesuatu dari mereka dan jangan sampai ini berlalu, tanpa makna dan kita menjadi menyesal seumur hidup karena maaf yang tidak terucapkan.
Video ditutup dengan quote nya Nowlan yang menyebutkan “ di saat seorang anak bisa memaafkan dirinya, saat itu kebijaksanaan telah muncul pada dirinya”. Dalam sekali.
Bila dicermati dari liriknya juga pas sekali. Lagu ini liriknya setelah dicari-cari dapat di sini:
The Rest of My Life
I felt asleep last Saturday
Underneath polluted skies
I walked alone in those Jersey nights
And I
Saw the board walk start to fall
The emptiness starts to drown
The quiet corners of this town tonight
Late last night I made my plans
It was the only thing I felt I could do
Said goodbye to my best friend
Sometimes there’s no one left to tell you the truth
It’s gonna kill me the rest of my life
Let me apologize while I’m still alive
I know it’s time to face
All of my past mistakes
It’s gonna kill me for the rest of my life
This is my all time low
Somehow it feels so familiar
Somehow it seems so familiar
I feel like letting go
And every second that goes by
I’m screaming out for second tries
Said goodbye to my best friend
Sometimes there’s no one left to tell me the truth
It’s gonna kill me the rest of my life
Let me apologize while I’m still alive
I know it’s time to face
All of my past mistakes
I’ve got to live with them the rest of my life
This is the mess I’ve made
These are the words I can’t erase
This is my life support
Shutting down
For the final time
And it twists like a blade
And kills me for the rest of my life
If you won’t forgive me the rest of my life
Let me apologize while I’m still alive
I know it’s time to face
All of my past mistakes
It’s gonna kill me for the rest of my life
It’s gonna kill me for the rest of my life [x2]
Serasa disentak. Saya diingatkan lagi tentang perjalanan hidup. Banyak teman, ada yang datang dan ada juga yang pergi. Benar-benar pergi. Tanpa pernah kembali. Kemanapun dicari. Walau mereka tetap dekat di hati. Teman adalah motivator terbesar. Beberapa teman masa kecil dan masa lalu telah pergi. Dan sering kali saya belum sempat mengucapkan kata maaf ke mereka atas kesalahan apapun yang mungkin pernah saya buat. Walau kata maaf saja tidaklah cukup. Karena mereka juga guru terbaik buat hidup saya. Buat bisa memaknai hidup lebih baik, mengisi hidup dengan lebih sehat sehingga tangan-tangan kita pun bisa diberikan buat yang lebih membutuhkan. Saya percaya nafas dan hidup ini diberikan untuk menebus kesalahan kita yang lalu. Jika tidak memberinya makna dengan lebih baik, kita akan menyesalinya selama sisa hidup kita. Seseorang baru berarti bukan dari apa yang dimiliki dan dapatkan, tetapi dari apa yang dia berikan….
Ijinkan saya mengucapkan maaf buat siapapun yang pernah saya kecewakan dan atas segala kesalahan masa lalu saya. Ini waktunya kita bisa bangkit bersama menghadapi masa depan…….dengan lebih baik.

waahhhh….pak dok pernah ngeband? kuereeeennnn…mainin musik punk rock? gileee….top.top…makin ngefans nih aku..
masih nggak nyangka aja pak dok mainin lagunya greendey, sepertinya perlu deh di blog ini juga ada katagori flashback gitu…dulu pak dok ngapain saja…apa nama bandnya pak? oya lagunya Les Then jake memang keren lho
setuju doc! kita ga ada artiny tanpa temen! bener banget! aq juga nyesel pernah ngemusuhin temen, sekarang aku kangen banget sama dia. makasih doc! ceritanya inspiring sekali!
@ marcell: wah itu cerita lama, temen band saya yang duluan ngeblog itu dr ady wirawan sekarang lagi studi di melbourne
@ maia: thanks..
btw, makin banyak fans-nya. moga makin deket jodoh. eh, lirik lagu english pertama yang saya hafal itu lagunya greenday juga. “do you have the time, to listen to… about everything and all that i want….,” gitu kali yah. haha.. lucu juga.. padahal ga ngerti punk, etc, kok tiba2nya denger lagu itu trus dihafalin lagi. pyuhh…
@ lodegen: harus bisa segera nih, udah kebelet, hehe…wah, itu lagunya green day judulnya “Basket Case” rasanya pernah juga saya bawain dengan Buccinator band. Oya, sedih nih, tadi nggak bisa ikut kopdarnya bali blogger….
Salam kenal juga Bli Oka.
Semoga dilain kesempatan, kita bisa obrol secara live.
Suksema.
mantaps…. ulasan nya bli oka membuat saya merinding bacanya…. [ngena bangets] alna kita hidup di dunia ini pasti pernah saja membuat salah…baik sengaja maupun tidak.
* less than jake
band favorit tiyang waktu sma doeloe… apalagi di album
hello rock view yang [menurut tiyang] masterpiece dari
LTJ… musiknya asik T.O.P.B.G.T dah…
@ Hendra W Saputro: salam kenal juga, saya tadi sudah sempat blogwalk juga ke blognya.suksma
@ ick: iya, ternyata LTJ top banget..oya, ternyata ick suka duran-duran ya..
dok,
laguna kn ud lma,
ad lagu yg bgusan lagi krang.
@ agung: oke gung..minta lagunya ya