Masih ada yang ingat The Ladies Room? Mereka adalah salah satu band yang sempat juga berkiprah di jatuh bangunnya musik lokal di Bali. Sudah lama band yang pernah saya bantu untuk memproduseri hingga mereka punya tempat juga di beberapa kalangan ini tidak beraktifitas lagi karena kesibukan masing-masing. Beberapa hari yang lalu saya bertemu kembali di Warung Aseupan, tempat yang dikelola teman baru saya Mbak Rita. Saya bisa berjumpa dengan Sukma, Gek Indah, Febby dan Dessy. Ladies Room cukup lama vakum di aksi panggung dan pergaulan musik di Bali karena masing-masing personel memang pada sibuk-sibuknya. Terlebih setelah Nanda, vokalisnya, mengundurkan diri untuk merampungkan skripsi, menikah dan mengelola agency model. Juga mundurnya kru Ladies Room yang tadinya sangat solid mulai dari SEA yang banyak melatih skill dan menyumbangkan lagu buat Ladies Room. Hingga diikuti juga oleh pamitnya Zupho dan Chombe. Otomatis jalannya progres perampungan album, upgrading skill bermusik juga sempat mandeg, terlebih saya sendiri juga banyak handle berbagai kegiatan edukasi dan riset seksualitas jadi tidak bisa banyak berperan lagi memberi dukungan moril. Tapi syukurnya ada suntikan semangat buat Ladies Room dengan masuknya Dessy, yang banyak juga malang melintang di festival band, bergabung menjadi vokalis Ladies Room yang baru. Tapi itu dia karena kesibukan Sukma juga di event organiser dan lembaga survey, Gek Indah di bisnis kecil-kecilan, Febby yang mengejar kelarnya skripsi dan Widie yang gawe di bank, kembali membuat aktivitas Ladies Room jalan di tempat. Satu yang jadi pelajaran, nggak gampang mengelola band cewek. Beneran!! Udah pada sibuk masing-masing, sering berantem dan nggak bisa diajak manggung sampai pagi.
Flash back dikit. Ladies Room awalnya berdiri memang karena misi sosial. Gek Indah dan Sukma motornya. Mereka anak KISARA (Kita Sayang Remaja). Nanda, Widie diajak bergabung berikutnya, serta terakhir Febby. Dibentuk tahun 2003 an. Berkat dukungan semua relawan KISARA dan tim yang solid dari SEA dkk, akhirnya mereka bisa menjadi band yang unik dan cukup diperhitungkan. Ajang-ajang sosial dan remaja sering dijajal hingga mereka bisa dikenal dengan band yang selalu membawa pesan-pesan positif buat remaja.
Kok bisa namanya Ladies Room? Nama ini bukan buat ngingetin toilet perempuan, tetapi memang murni karena mereka cewek-cewek semua, dan cantik-cantik maka sepakat untuk membentuk konsep yang “ladies” banget, jadilah Ladies Room. Nama-nama unik pernah menjadi tawaran nama buat band ini, mulai dari The Pretty hingga Monggo Mas Band. So, jadilah Ladies Room bisa eksis dengan personel waktu itu Nanda (vokal), Sukma (keyboard dan vokal), Widie (bass), Febby (Gitar) dan Gek Indah (Drum). Beberapa lagu menjadi jagoan mereka, dengan hits “Bajang Jani” yang pernah jadi jawara di beberapa radio lokal, juga ada beberapa lagu pop kreatif macam “Bulan Bintang”, “Malam Minggu”, dll. Dalam perjalanannya, dukungan pun mengalir deras, hingga nominasi musik bergengsi di Bali pun sempat mereka torehkan.
Menjelang akhir tahun 2005, Ladies Room masuk nominasi dalam dua katagori dalam GDA AWARDS 2005, yang merupakan sebuah event penghargaan yang cukup bergengsi di Bali. Ladies Room masuk katagori sebagai nominasi band favorit bersama band-band besar Bali lain seperti Lolot, Bintang dan XXX. Lagunya Ladies Room yang berjudul “Bajang Jani” juga masuk katagori Lagu Favorit saat itu. Beberapa media dan buku juga sempat memuat profil unik mereka.
Ladies Room sempat berhasil masuk dalam album kompilasi yang saya buat waktu itu, nama albumnya: ” 5+1″ bersama band-band potensial lainnya Cematu (sekarang personelnya di Jepang), Toom Band (sekarang beberapa personel main di indie, Cyber Machine), Biongo (yang kemudian berubah menjadi Free Zee, menjadi macan festival dan menjadi pendukung Gde Kurniawan n band), Vegasus (jagoan karangasem) dan Tirtha Band (personelnya pada kerja sebagai seaman), bahkan album ini juga menjadi 10 besar album terbaik di Bali saat itu. Rupanya kisah gembira tidak bisa bertahan lama. Setelah ini, perlahan geliat Ladies Room makin memudar, padahal banyak yang menunggu kehadiran mereka sampai sekarang.
Okay, bangun. Itu cerita kemarin. Sekarang ada apa nih? Rupanya Gek Indah yang tidak sabar dengan kevakuman Ladies room. “Tangan sudah gatal buat gebukin orang, ehh drum” katanya. So, semuanya ngumpul lagi. Tanpa Widie. Sukma sepakat untuk bangkit lagi. Febby sudah kelar skripsi. Dessy siap nyanyi lagi. Ladies Room sepakat buat bangkit lagi, tentu saja dengan mempersuasi Widie yang hari ini tidak hadir. Tidak usah muluk-muluk untuk ngejar album. Latihan kembali dulu, memperbaiki konsep bermusik, bikin lagu baru, rekrut kru baru dan bina hubungan baik dengan jaringan musik yang lain. Itu dulu. So, get ready to rock the stage! My ladies are back!!



waaahhh.. dunia memang kecil… saya kenal dengan salah satu personel nya.. he he he..
Tonny’s last blog post..(hampir) Punahnya Bahasa Bali? (akankah?)
@ Tonny: yang mana bro Tonny? yang mana yang dikenal, hayoo..ada apa nih..
oh, ternyata beneran vakum ya. aku kira cuma ga bikin album doang. latihan musik aja ampe vakum ya. aduh, pasti sebel banget. bikin lirik yang lucu2 aja ga usah serius. udah terlalu banyak yang serius sampai jadi bercengeng2 ria. boleh rekomen ya, kaya marjinal. wacana liriknya seius banget, but so smart dan gokil.
dan marjinal sangat loyal dengan komunitasnya, apa yang dibangun di geng kumuhnya dan kegembiraannya main musik. ladies room toh punya akar yang mirip, mis kisara itu. bangun komunitas sambil bersennag2 dengan genjreng2. waduh, ngebayangin kaya gitu ladies roomnya. hmmm…
soal kesibukan individu: di bank, EO, dll. INi mirip sekali dengan geng sobat saya yang memang bikin eneg karena sok sibuk banget sih smua. sampe kesenangan kita dulu (kelayapan ke diskusi sastra, buku, lirik cowok lucu, etc lenyap)
but, kesenangan itu tidak boleh dipaksa berakhir. cari teman baru, komunitas baru, untuk memuaskan berahi. kemon, ladies…
@ lodegen: wah, suksma masukannya, pasti sangat berarti lho mbk lode, nanti diteruskan deh…
Hi Doc.. Thx udah muat LR.. Kami bener2 butuh support mental neh…
Kami jujur pengen bgt utk ‘nunggangin panggung’ lagi..
Mudah2an bisa cepet bs ter’realisasi. Minta doa na yakk..
@ Sukma: akhirnya ma mampir..pasti disupport, ditunggu tanggal mainnya, btw kalau blognya udah aktif contact me okay
Saya pernah dengar lagunya. Lumayan bagus kok suara mereka. Dan indepence mereka akan menjadi daya tarik yang bagus.